Sadarkah saat ini Bahwa Kita sedang Menunggu Giliran Menuju Rumah Masa Depan (Kuburan)..??,
Maka Bukankah Ilmu Pengetahuan, Harta, Jabatan, Anak, Istri, Mobil, Rumah dan semua properti bahkan dunia seisinya adalah hanya sekedar sarana mempersiapakan diri (invest) masa depan, sehingga kelak kita tdk termasuk golongan peminta-minta (pengemis) yang sia-sia,,,
Ya Allahu pahamkan kami dengan makna hidup yg lurus menujuMU
boleh jadi hari ini atau besok salah satu dari kt pulang kampoeng halaman sementara (alam kubur)
Bismillahirrahmaanirrahim....,,,
begitu byk hr ini kt menyaksikan di media elektronik maupun cetak saudara2 kt yg telah mampu menaklukkan tingginya gunung2 seantero dunia,
tp jarang sekali yg memahami bhw penaklukan dan penjelajahan terhebat adalah terhadap diri sendiri
sehingga scr berangsur kt dpt menyadari diri ini tdklah lebih dari sekedar
hamba yg tidak memiliki apa-apa dan hanya berperan sbg hamba (nilai)
Bukanlah Gunung yang harus kita taklukkan untuk mencapai puncak, melainkan diri kita sendiri (Edmund Hillary dalam Ari Ginanjar A. 2009)
Kalau dengan google dan yahoo kt dpt mencari data sesuai dg yg di inginkan, maka
dengan mesin pencari tercanggih ( dzikir ) kt semuanya-pun dpt menggali informasi2 tersembunyi sebanyak-banyaknya disisiNYA
(dlm kitab yg nyata = Lauh Mahfuzh) yg tentu setelah memiliki password untuk bs akses kedalam,
Bismillahirahmaanirrahiim...,, Ihdinasshiraathalmustaqiim...,,, Innalillahi Wainna Ilaihi Raajiuun...,,
APAPUN SELAINKU TIDAK LEBIH DARI SEKEDAR JEMBATANKU DALAM PROSES MENGHAMPIRI, MENDEKATI, MENGGAPAI DAN MENCINTAIMU YA ALLAHU, KARENA MEMANG SHOLATKU, AKTIVITASKU, HIDUP DAN MATIKU SEMATA-MATA KARENA DAN UNTUKMU...., IHDINASHIRAATHALMUSTAQIIM....INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAAJIUN....
Sudahkah aku sholat..? lalu mengapa sholatku belum mampu mencegahku dari sesuatu yg keji dan mungkar..?
Dan mengapa pula sholatku blm mampu membawaku pd kualitas terjaga..?
yah.. "terjaga" dan "terjaga" bahkan tidurkupun harusnya dlm kondisi "terjaga".
Ya Allah.., inikah yg engkau mksudkan dg dzikir dmn ia tdk berhuruf dan tdk bersuara...?
Bimbinglah kami semua pd jln hanya dlm rangka menujuMU ya Allahu Ya Mutakabbir
Astagfirullahal adhim, kupahami bhw sebenarnya ibadah sunnah adalah juga kewajiban bg yg benar2 ingin meraihMU.
Engkau hy ingin mnyaksikan siapakah diantara hambaMU yg secara intensif bertemu denganMU.
Trhdp ibadah sholat misalnya, sesungguhnya benar2 hanyalah berbicara tentang frekuensi pertemuan (bukan sekedar perkara wajib n sunnah).
siapa sj yg paling sering bertemu denganMU, maka dialah yg sangat mengenal-MU
Engkau slalu bilangin kami " Arrahmaanirrahiim",,,
aku bersyahadat bahwa Engkau memang Pengasih dan Penyayang, tidak pernah murka,
krn sebenarnya murkaMU adalah jg kasih sayangMU, namun...........
sedikit sekali kami yg faham kalo sebenarnya seperti itu,,,
semuanya dalam rangka cintaMU yg Hakikat,,,......
Arrahmaanirrahiim...
AKUlah Pencinta, AKUlah Penguasa, AKUlah Pemilik Ilmu, Rahasia, Kerajaan dan Segalanya,,
AKUlah yg seharusnya kalian tuju, bukan selainKU,
namun AKUpun telah mengetahui keterbatasan kalian sbg ciptaanKU.....,
asalkan tidak melampaui batas (syirik), maka AKUlah Allah yg dgn sabar tetap mengampuni setiap kesalahan,
krn AKU telah meng-AKU-kan diriKU sbg Sang Pengampun (Asma UL husna)
Aku selalu berusaha mencari dan mencuri2 perhatianMU..., cintaMU adalah maksudku..,
hingar-bingar sekitarku-pun ku abaikan demi Engkau...,
CintaMU-lah yg telah menghindarkanku dr semu-nya dunia, bukan krn usahaku...,
sejauh ini aku baru sekedar faham bhw sebenarnya dengan segala perintah maupun larangan2MU,
Engkau hanya ingin menyaksikan siapa diantara kami yg benar2 taat tanpa hrs byk bertanya.
Gemerlap dunia ini memang hrs segera ditinggalkan..(larangan2NyA).
Klo tidak, kt akan tetap dibiarkan buta utk lebih dekat mengenal dan memahamiNYA..,
Terlalu byk manusia bumi hr ini yg lengkap memiliki panca indera, namun sama sekali tdk berfungsi (buta, tuli, mati rasa)
krn terlalu byk flek hitam yg menempel kuat dlm qolbu. klo hal tsb terus dibiarkan,
maka benar2 telah jauh dr CINTA...KASIH...dan ...SAYANG....
istilah2 seperti liberal, neoliberal atau apapun namanya nanti pd masa-nya, kt sederhanakan sj menjadi dua kelas (1.) perorangan/kelompok/golongan yg mendholimi (penjajah/penghancur) peradaban dan yg ke (2) klasifikasi yg memberdayakan harkat dan martabat. Secara hakikat kedua faham (idiologi) diatas sebenarnya telah ada sejak diciptakan yg namanya manusia, hanya istilah dan warnanya sj yg berbeda atau memang sengaja di design sedemikian rupa oleh konspirasi dunia tingkat tinggi dan hal ini tdk akan pernah berakhir sampai kerusakan tetap merajalela keseluruh penjuru bumi ini (hanyalah peristiwa yg sama yg berulang2). kondisi ini sebenarnya dr kaum muslimin sendiri byk yg memahaminya tp lebih byk yg tidak faham krn bg yg memahaminya saja cenderung masa bodoh demi keuntungan sesaat. kelompok ini biasa sy sebut dg kelompok abu2 (tdk tegas dlm menentukan warna dan mereka inilah menurut sy sbg kelompok yg paling berbahaya dan payahnya lg mereka ini dominan ber-latarbelakang pendidikan tinggi (scr formal) yg menganggap dirinya cukup pintar (IQ) padahal sebetulnya sangat bodoh (pintar tp bodoh). tdk bosan2nya sy sampaikan kembali kata2 org cerdas walaupun memang hanya sedikit yg faham ttg ini walaupun tdk tepat2 amat (krn hanya allah yg maha benar). " tidak ada jaminan 0,00000000......1 %-pun seseorang akan menjadi kuat keyakinannya (menjadi tdk abu2) hanya karena telah menempuh pendidikan tinggi scr formal ketika yg bersangkutan senang mengabaikan hukum dan perundag-undangan tuhanNYA minimal trhdp perkara2 yg diwajibkan. Kenyataan sejak sy sedikit faham ttg dinamika hidup sampai hr ini blm pernah sy saksikan bhw manusia yg ikut ambil bagian (skala besar) dlm pengrusakan peradaban dunia ini adalah dr kalangan orang2 yg tdk berpendidikan tinggi yg oleh kebanyakan org dianggap sbg kelompok masyarakat kelas bawah yg identik dg kebodohan, padahal merekalah yg cerdas dg qolbunya.., krn kejujuran dan keberadaan merekalah hingga Allah SWT menunda macam2 bencana alam dsbnya. Wallahu alam bisshowab...., Ihdinasshiraathal-mustaqiim...., Ya Allahu Rabbi, adakah bencana atau murka..?? yg kufahami, engkau hanya memiliki nama dan sifat2 yg terpuji. hanya tebal-tipis (hijab qolbu dg Nur-MU) lah yg menjadikan satu dengan yg lainnya diantara kami berbeda dalam melihat dan menyadari setiap ucapan dan perbuatan-MU...., tdk henti2nya kami ber-ucap "Ihdinasshiraathal-Mustaqiim" dg harapan Engkau tetap dgn cinta dan Rahmat-MU menuntun kami kpd jln lurus hanya dalam rangka menuju.....MU, bukan apapun selain-MU
REGULAR UPDATE COOKIE
R O H A N I
- Pengetahuan (1)
- Qolbu (11)
- Sholat (1)

